NEWS UPDATE :  

Berita

SMAN 92 JAKARTA BELAJAR DENGAN GOOGLE SEMUA MENJADI LEBIH MUDAH DI MASA PANDEMI COVID 19

Penulis: Joko Winarto, S.Pd

Perkembangan teknologi abad 21 telah berpengaruh besar terhadap dunia pendidikan sehingga harus diikuti dengan penyesuaian guru dalam menguasai teknologi untuk kemudian digunakan sebagai media pendukung dalam kegiatan pembelajaran. Penyesuaian guru ini dilakukan karena karakteristik peserta didik berubah menjadi karakteristik generasi Z dari generasi milineal.

Menurut BPS (Badan Pusat Statistik) generasi Z adalah salah satu jumlah generasi yang paling mendominasi penduduk Indonesia sampai dengan 2020. Generasi Z atau yang sering disebut Gen Z adalah penduduk yang lahir dalam rentang tahun 1997-2012. Mayoritas dari mereka saat ini sedang berada pada usia sekolah atau menempuh pendidikan tinggi. Artinya, peserta didik pada saat ini ada para generasi Z.


Mempertimbangkan bahwa para peserta didik saat ini adalah generasi Z dengan karakteristik yang segalanya serba teknologi, maka penting bagi seorang guru untuk melakukan pembelajaran inovatif dengan mendesain pembelajaran yang sesuai dengan zaman mereka. Tentunya desain pembelajaran harus mengintegrasikan teknologi. Dengan demikian, salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah penggunaan teknologi dalam desain kegiatan pembelajaran.


Tantangan untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran semakin tinggi. Pengintegrasian teknologi tersebut tidak cukup sekedar formalitas tapi harus benar-benar bermakna sebagai bagian dari proses yang memudahkan peserta didik dalam belajar. Tantangan lain bagi guru adalah tentang bagaimana memasukkan teknologi tersebut agar benar-benar selaras dengan metode ajar dalam desain pembelajaran


TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) sebuah kerangka untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran yang menggabungkan pengetahuan tentang pedagogi, pengetahuan tentang konten, dan pengetahuan tentang teknologi. Penekanan TPACK adalah pada desain pembelajaran yang efektif dan menggunakan teknologi sebagai alat pendukung dalam pembelajaran yang dapat membantu guru dalam menghadapi tantangan tersebut.

Salah satu penerapan TPACK dalam pembelajaran adalah penggunaan google. Dari google,  pembelajaran e-learning bisa menjadi solusi untuk pembelajaran digital dimasa pandemi covid-19 yang mengalami keterbatasan waktu dalam penyampaian materi dan hampir semua negara mengalami hal yang sama. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan pemerintah untuk mengambil keputusan sulit, diantaranya adalah seluruh aktivitas belajar di sekolah formal dipindahkan di rumah dengan menggunakan metode belajar dalam jaringan (online).

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Balajar Dari Rumah (BDR) adalah istilah yang digunakan pembelajaran dalam jaringan ini. Guru dituntut dan dipaksa untuk beradaptasi dalam perubahan pembelajaran dari tatap muka dialihkan dengan daring. Tidak mudah pada awalnya karena terkendala oleh tidak semua guru familiar dalam menggunakan teknologi.

Kondisi ini sudah diantisipasi kepala SMAN 92 Jakarta dengan tim manajemennya, sebelum kebijakan pembelajaran daring diberlakukan tenaga pendidikan sudah dipersiapkan dengan dibekali pelatihan penggunaan 3 menu utama dari google yaitu google classroom, google form dan google meet yang dirasa cukup untuk bekal ketika pembelajaran secara daring diterapkan. Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 16 dan 17 Maret 2020. Ketepatan SMAN 92 Jakarta dalam memilih model pembelajaran berbasis google ini dapat menghasilkan pembelajaran yang lebih efektif.

Dalam perjalanannya 3 menu utama google tersebut diatas sangat membantu dalam proses pembelajaran secara daring selain mudah dipelajari dan digunakan baik oleh guru maupun peserta didik yang sudah tidak asing lagi dengan aplikasi yang satu ini, google juga  memiliki banyak kelebihan dalam mengakses pembelajaran. Sehingga kehadiran google mendapat sambutan positif SMAN 92 Jakarta pada khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya karena sangat layak digunakan oleh guru dan peserta didik.

Google classroom merupakan layanan online gratis yang memiliki akun google. Google classroom memudahkan siswa dan guru agar tetap terhubung, baik di dalam maupun di luar kelas, guru bisa membuat kelas maya, mengajak siswa gabung dalam kelas, memberikan informasi terkait proses KBM, memberikan materi ajar yang bisa dipelajari siswa baik berupa file paparan maupun video pembelajaran, memberikan tugas kepada siswa, membuat jadwal pengumpulan tugas dan lain-lain. Guru bisa memantau siswa yang sudah mengerjakan dan yang belum dan langsung bisa memberikan nilai untuk masing-masing siswa sesuai tugas yang sudah dikumpulkan. Semua tugas dan bahan yang diberikan guru di classwork akan muncul di bagian beranda (stream), jadi siswa akan bisa memantau info apa terkait aktivitas kelas. Pada bagian ini juga siswa bisa berdiskusi dengan guru atau siswa lainnya.

Tidak kalah penting, penggunaan google form juga sangat membantu SMAN 92 Jakarta dalam melakukan absensi kehadiran siswa dan kegiatan ibadah pagi yang rutin dilaksanakan dari hari Senin sampai Jum’at pukul 06.30-07.00. dari google form ini bisa diketahui siswa yang hadir tepat waktu dan yang terlambat, yang ikut kegiatan ibadah pagi dan yang tidak mengikutinya. Guru juga dapat membuat tugas dan soal penilaian harian dengan menggunakan google form yang bisa terintegrasi ke google classroom dengan memasukkan link tugas dan soal ke google classroom.

Pembelajaran online bisa lebih maksimal jika dilengkapi dengan penggunaan google meet. Dengan google meet pembelajaran tatap muka dalam kelas maya bisa dilakukan tanpa ada jarak ruang dan waktu. Hanya dengan membukanya lewat google chrome dan login melalui email sudah dapat digunakan tanpa perlu di download sangat membantu mengurangi ruang penyimpanan pada smartphone. Di SMAN 92 penggunaan google meet terjadwal yang dibuat kurikulum secara bergiliran sehingga tidak ada guru yang mendominasi dengan seperti ini asas berkeadilan bisa dirasakan. Selain itu google meet juga digunakan ketika wali kelas melakukan pembinaan terhadap siswa binaannya sampai guru dan kepala sekolah mengadakan rapat-rapat.

Demikianlah kemudahan-kemudahan yang sudah dirasakan SMAN 92 Jakarta dalam penggunaan google yang sudah dirasakan sejak bulan Maret 2020 sampai sekarang dan mudah-mudahan bisa menginspirasi sekolah lain yang belum menggunakan google dalam pembelajaran.



 


ERAPOR SMAN 92 JAKARTA
KALENDER AKADEMIK

Oktober 2021

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31
PENGUMUMAN KELULUSAN TAHUN PELAJARAN 2020-2021